Tanah Haram #2

Banyak pemandangan indah yang kulihat disini.
Bukan hamparan pepohonan apalagi bunga warna-warni..

Lebih dari itu,


Tanah Haram #1

Baru saat itu aku merasa benar-benar jatuh
Jatuh cinta kepada Sang pemilik cinta.

Disini, seperti kulihat cuplikan syurga
Indah, damai, tentram
tertegun aku dibuatNya


beragam jenis manusia hadir
dari berbagai ras dan suku bangsa
atas kerinduan kepada Rabbnya,
dengan bekal keimanan yang ada didalam hatinya,
berkumpul bersama
beribadah kepadaNya 

ya Rabb, tak ada yang lebih indah dari yang kulihat kala itu
air mata yang mengalir dari tiap-tiap wajah hamba yang memanjatkan tangannya
bersimpuh, memohon ampunan, memohon rahmat dan kasih sayang Mu

ramai namun menentramkan
dingin malamnya menyejukkan
panas siangnya menghangatkan
lelah namun menyenangkan

semoga dapat kembali secepatnya
karena aku, benar-benar rindu









Tentang Sehelai Daun

Maukah ku ceritakan tentang sebuah kisah?
tentang sehelai daun yang jatuh di depan selokan

sore itu, angin menyapa pohon diujung jalan
dan oh,
sebuah daun ikut terbang bersamanya
terbang jauh, hingga sampai di sebuah persimpangan
hampir berbelok kearah kiri
namun arus deras hujan menyapunya hingga terseret kearah sebaliknya

terseret arus kencang
sesekali timbul dan hilang
namun daun itu masih bertahan



A Bad Words

Sometimes we just want to satisfied ourselves with giving bad words to others or  judging  without knowing the truth.

And the worst thing is, we already know and realized those bad words won't give any benefit to us.

Just think
And think
And re-think

Do we really need to do it?
Do we get any benefit from it?

Or can you imagine..
What if the one who received those bad words is  our brother/sister or our child or even ourselves?

So, let's think before act.
Not only think about ourselves
But others too.


Mencari Kebahagiaan




Kali ini, aku mau berbagi sedikit opini tentang memaknai kebahagiaan, karena seringkali kita ngerasa susah banget buat hidup bahagia, sering ngerasa jadi orang paling merana sedunia haha #lebay. Nah maka dari itu, perlu dicari tau nih sebenernya apa memang hidup kita bener-bener merana atau kita yang salah memaknai tiap-tiap episode dari kehidupan kita? yuk sama-sama kita cari tau:)


Bagiku sumber kebahagiaan itu ada dua, yaitu dengan mengenal rasa syukur dan ikhlas. Bersyukur dengan apa-apa yang kita miliki dan ikhlas dengan apa-apa yang menjadi takdir kita. Sangat sederhana namun tidak mudah, karena pada dasarnya seringkali kita mengabaikan apa-apa yang telah menjadi rizki kita,  melainkan sibuk memikirkan rizki orang yang belum takdirnya menjadi milik kita. Dan rizki itu cakupannya bukan sekedar materi melainkan luaaaaasss sekali, terkadang kita sering lupa bahwasanya keimanan, kesehatan, kecerdasan, ketenangan jiwa, keluarga yang baik, teman yang baik, juga merupakan definisi sebuah rizki. Maka, merugilah jika kita yang hanya terpaku pada kesenangan materi, dan mengabaikan rizki-rizki lainnya, karna pada kenyataannya rizki berupa materi tak akan ada artinya bila tak ada ketenangan jiwa yang berlandaskan keimanan dihati #eaaaa. selain itu apasih yang menghambat kebahagiaan kita? nah, sering ga sih kita membandingkan hidup kita dengan kehidupan orang lain, setelah itu jadi ngerasa bahwa hidup orang lain lebih enak lebih beruntung dibanding kita. Nah ini namanya penyakit hati, merasa iri dan dengki dengan kehidupan orang lain. kenapa iri dan dengki ini bisa muncul? definetly, karena kita kurang bersyukur dengan apa yang sudah Allah takdirkan untuk kita. Padahal bisa jadi sebenarnya dibalik keberuntungan atau kebahagiaan orang lain yang kita lihat, ternyata terdapat pula kesulitan yang mereka hadapi, namun  hanya saja tak terlihat oleh kita. Maka dari itu syukuri segala yang kita miliki dan yakin saja bahwasannya atas apa yang kita dapatkan adalah takdir terbaik-Nya.

Selain rasa syukur atas segala yang diberikanNya, kunci kebahagiaan lainnya yaitu rasa Ikhlas. Walupun kedengarannya simple, tapi pada prakteknya ikhlas ini susah banget banget banget buat diterapin. Kalau menurutku ikhlas merupakan kelapangan atas segala sesuatu yang terjadi, atau melakukan sesuatu tanpa paksaan dan tanpa rasa pamrih, bisa juga dibilang seperti niat yang murni. selain itu, ikhlas juga memiliki syarat yaitu ada pada sepanjang proses, maksutnya ikhlas ga boleh hanya ada di awal, atau hanya di akhir atau hanya sempat mampir ditengah-tengah suatu proses. melainkan ikhlas harus ada sejak terjadinya suatu kejadian hingga akhir dari kejadian tersebut. Jadi bukan ikhlas namanya kalo mobil lecet karena gak sengaja tertabrak orang, terus kita marah-marah eh besoknya baru ngomong "Ikhlas deh emang udah nasib" hehe bukan ikhlas dong kalau gitu. Nahlo susah juga yaa:") namun walau terdengar susah bukan berarti kita ga sanggup , cuman hanya perlu dibiasakan dan nantinya inshaAllah rasa ikhlas akan ada pada hati dari tiap-tiap kita. Lalu mengapa dengan ikhlas kita bisa hidup lebih bahagia? Yap! Tentunya karena dengan merasa ikhlas hati kita menjadi terasa lapaaaaaang dan kalau hati udah lapang hidup kita bakalan terasa lebih tenang dan ringan, seberat apapun rintangan didepan. Jadi ngaruh banget antara keihklasan dan kebahagiaan.


So, sudahkah kebahagiaan ada pada dirimu? Kalau rasa-rasanya belum, yuk sama-sama kita belajar dari untuk menjadi pribadi yang selalu dapat bersyukur dan Ikhlas, karena InshaAllah hidup ini akan terasa lebih nikmat, dan ga ada lagi yang namanya iri, dengki, ria, dan penyakit hati lainnya.

Selamat mencari kebahagiaan:)

Late Post: 19 Tahun.


"Age is Just Number, and Maturity is a choice"

Apa yang sebenarnya membuat seseorang dikatakan sebagai seorang dewasa sesungguhnya bukanlah karna jumlah usia yang telah ia capai, melainkan bagaimana bersikap dalam menghargai umur tersebut.

Tahun ini usiaku 19 tahun, tidak terasa sudah berada dipenghujung usia belasan dan akan memasuki usia berkepala dua. semakin bertambahnya usia, semakin bertambah juga amanah yang dipikul, tentu semakin banyak pula yang harus dipertanggung jawabkan apalagi perihal mempertanggungjawabkan amal perbuatan. mungkin untuk sebagian orang menjadi dewasa dengan bertambahnya usia bukanlah hal yang sulit, mungkin mereka berpikir tidak lah banyak yang harus dipersiapkan, karena tinggal ikuti saja aliran kehidupan. tapi bagiku hal tersebut bukan lah hal yang mudah, karena sejatinya aku hidup dengan mimpi dan tujuan yang harus aku realisasikan, dan itu tidak akan terjadi jika hanya menikmati aliran yang tenang tanpa ada usaha dari diri kita. Seperti kutipan yang pernahku baca,

Tak seirama

 
 















Tentunya selalu ada tantangan, harapan, impian dan kesempatan dalam tiap lembar  kehidupan kita. Tapi terkadang, pada kenyataannya semua sering berbenturan begitu saja. Mungkin ketika sebuah kesempatan datang namun itu bukan yang kita impikan, atau ketika ada sebuah mimpi datang tapi tak menghadirkan kesempatan bersamanya.