Tanah Haram #1
11:00 PM Jendela Fithri 0 Comments
Baru saat itu aku merasa benar-benar jatuh
Jatuh cinta kepada Sang pemilik cinta.
Jatuh cinta kepada Sang pemilik cinta.
Disini, seperti kulihat cuplikan syurga
Indah, damai, tentram
tertegun aku dibuatNya
Indah, damai, tentram
tertegun aku dibuatNya
dari berbagai ras dan suku bangsa
atas kerinduan kepada Rabbnya,
dengan bekal keimanan yang ada didalam hatinya,
berkumpul bersama
beribadah kepadaNya
ya Rabb, tak ada yang lebih indah dari yang kulihat kala itu
air mata yang mengalir dari tiap-tiap wajah hamba yang memanjatkan tangannya
bersimpuh, memohon ampunan, memohon rahmat dan kasih sayang Mu
ramai namun menentramkan
dingin malamnya menyejukkan
panas siangnya menghangatkan
lelah namun menyenangkan
semoga dapat kembali secepatnya
karena aku, benar-benar rindu
Tentang Sehelai Daun
11:25 PM Jendela Fithri 0 Comments
tentang sehelai daun yang jatuh di depan selokan
sore itu, angin menyapa pohon diujung jalan
dan oh,
sebuah daun ikut terbang bersamanya
terbang jauh, hingga sampai di sebuah persimpangan
hampir berbelok kearah kiri
namun arus deras hujan menyapunya hingga terseret kearah sebaliknya
terseret arus kencang
sesekali timbul dan hilang
namun daun itu masih bertahan
Subscribe to:
Posts (Atom)
About Me
- Jendela Fithri
- Hi fellas! I'm Fithri 18 yo. Welcome to my "Room"! This is just a little diary about my life Journey. I write what I want and what I love. yeyyy :D
About
Follow Us
Labels
Total Pageviews
Blog Archive
Powered by Blogger.



0 comments: